Jumat, 20 Agustus 2010

membantu sesama

Melihat program salah satu televisi swasta di indonesia, hatiku merasa terenyuh dengan seorang sosok perempuan tua yang berusia 97 tahun. Dia memang sudah gak bisa berbuat apa-apa, dengan tenaga yang masih tersisa dia masih dengan ikhlas menolong seorang anak yang mau menukarkan sepatu yang telah robek untuk keperluan sekolah adiknya. Anak itu sudah menjumpai banyak orang, tapi dengan perempuan tua itu dia bisa terbantu dengan permasalahannya. Apakah tak ada lagi orang yang baik di bumi Allah ini, mereka yang naik turun mobil ber AC, mereka yang punya toko besar, mereka yang lalu lalang dengan segala aktifitas, pun menoleh kan muka untuk membantu kaum dhuafa seperti anak tersebut....lantas mengapa kaum dhuafa juga yang rela membantu sesamanya. Sungguh ironis bila itu tidak kita sadari bersama.
Ah...lupakan permasalahan itu. kita kembali ke perempuan tua itu. namanya wanijah, usianya 97 tahun, suaminya dah meninggal 3 tahun yang lalu. Dia hidup sebatang kara, gak ada anak dan gak ada cucu. Pekerjaany sehari-hari adalah menjual semua macam barang bekas yang dikasih sama orang, astaga dijual dengan harga 1000 rupiah aja untuk betahan hidup, kadang dia gak makan selama 3 hari, dan mengharapkan belasa kasihan sama yang lain.
Rumahya sebuah gubuk reot yang hanya di tutupi dengan terpal saja, ku pikir klo hujan dia pasti kebasahan, tapi dengan usianya yang dah sangat tua dia masih memiliki semangat untuk hidup dan membantu dengan ikhlas semua orang. Sungguh menyedihkan bila kita sama-sama lihat kehidupan seperti itu, mungkin diluar sana masih banyak wanijah-wanijah lain seperti dia.
aku makin terenyuh dia bilang yang jadi harapannya adalah ingin segera menghadap tuhan, karena dia gak kuat lagi hidup di dunia ini, tapi dia ingin mati bila hanya kehendak tuhan saja mencabutnya. dengan tetes air matanya, kusadari betapa beratny dia menjalani hidup sehari-harinya.
pesan apa yang bisa kutangkap dengan ceritaku diatas, bahwa seorang perempuan tua yang dah uzur saja mau mebantu dengan ikhlas seorang anak yang dhuafa, sedangkan untuk kehidupannya sehari-hari aja sangat sulit. tapi mengapa kita yang masih di berikan ole h Allah kesehatan, rezeki, kenikmatan hidup tak sedikitpun mau membantu saudara-saudara kita yang masih kekurangan seperti mereka.Akh..aku gak tau jawabannya, hanya anda-anda saja yang bisa menjawab dan menilai diri sendiri, apakah anda sudah menjadi yang terbaik buat mereka yang dhuafa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar